Buka-bukaan strategi jualan laris di Marketplce

Tampilkan postingan dengan label Marketplace. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marketplace. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Oktober 2018

Dropship Adalah Bisnis Toko Online Tanpa Stok

Menjamurnya toko online membuat istilah dropship ini populer bukan hanya di lingkungan pemain olshop saja. Mereka yang sudah biasa transaksi online pun biasanya sudah familar.

Dropship adalah system penjualan online dimana penjual dalam hal ini disebut dropshiper tidak memiliki stok sendiri. Intinya: Dropship adalah bisnis toko online tanpa stok sendiri.

Dropshiper bertindak sebagai penjual dengan memasarkan produk orang lain, baik itu suplier dropship, perorangan, atau toko online biasa.

Dalam sistem dropship ini penjual hanya melayani pembeli sampai pada proses penerimaan pembayaran konsumen hingga proses pengorderan pada suplier dropship.

Suplier dropship sebagai toko online yang memiliki stok kemudian mengirimkan pesanan dropshiper kepada pelanggannya.

Sedangkan label yang digunakan adalah label atau nama toko si dropshiper, bukan suplier. Dengan cara ini seakan-akan pembeli menerima barang langsung dari penjual (dropship), bukan dari suplier yang memiliki stok dan mengirimkan barang pesanannya.

Daftar Dropship Bagaimana?

Umumnya beberapa toko online membukan pendaftaran dropship maupun reseller, dengan menerapkan kententuan yang berbeda-beda.

Saat ini penjual di marketplace seperti shopee, bukalapak, dan tokopedia juga memiliki fitur dropship. Artinya semua pedagang yang ada di marketplace yang saya sebutkan tadi, bisa melayani pesanan dropship.

Untuk dropship di marketplace hampir tidak ada syarat sama sekali. Sebab secara fitur memang sudah mendukung untuk pengiriman dropship.

Cara mendaftar dropshipnya adalah saat memasukan nama pengiriman dari produk yang diorder, dan nama dropshipernya di tulis nama toko kita sendiri.

Untuk melengkapi artikel ini saya akan menjawab beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan orang mengenai dropshiper.

Apa itu dropshipper di shopee?


Dropshipper di shopee adalah transaksi dengan menggunakan system dropship di marketplace shopee.

Baca juga: Kelebihan atau Kekurangan shopee

Bagaimana cara daftar dropship?

Cara daftar dropship berbeda-beda sesuai yang ada ketentuan toko online masing-masing. Ada yang mewajibkan biaya pendaftran member, namun ada juga yang tidak. Untuk dropship di marketplace tidak perlu mendaftar lebih dahulu yang penting saat check out pilih kirim sebagai dropship.

Arti dropship di shopee?

Arti dropship di shopee sama saja dengan dropship di tempat lainnya. Tidak ada perbedaan.

Contoh dropship:

Anda membeli barang secara online di toko A, namun toko A tidak memiliki stok. Setelah anda membayar pada toko A, kemudian toko A mengorderkannya kepada toko B untuk anda. Toko B mengirim barang ke anda, dengan label pengirimnya toko A.

Apa keuntungan dropship?

Keuntungan dropship untuk pelaku bisnis toko online adalah, meminimalkan modal dan resiko. Penjual tidak perlu kulakan terlebih dulu, sehingga tidak perlu pusing seandainya jualannya tidak laku.

Apa itu dropship tokopedia?

Dropship tokopedia sama saja dengan dropship di shopee maupun bukalapak.

Dropship Indonesia

Dropship Indonesia atau yang lebih dikenal dengan dropship lokal adalah transaksi dropship yang terjadi di Indonesia. Suplier, pembeli dan dropshiper sama-sama berada di wilayah negara Indonesia.

Sedangkan supplier dropship adalah orang atau institusi yang menyediakan barang untuk dijual dengan sistem dropship.


Sampai di sini sudah jelasnya mengenai soal dropship. Kami menulis ini karena umumnya orang rancu dengan istilah dropship dan reseller. Untuk mengetahui apa itu reseller bisa baca artikel: Apa itu Reseller Toko Online di blog ini ya.

Perbedaan Dropship dan Reseller

Di blog pakar marketplace ini kita bahas sedikit agar temen-temen tau perbedaanya: Reseller adalah orang atau toko yang menjual produk orang lain baik dengan cara online maupun online.

Reseller adalah rantai distribusi suatu produk yang menghubungkan produsen/suplier dan konsumen. Sedangkan dropship adalah suatu cara pemenuhan pesanan konsumen (milik reseller), yang langsung ditangani oleh suplier atas nama reseller.

Reseller selain bisa menggunakan sistem dropship juga bisa dengan menyetok barang sendiri.



eCourse Shopee Sales Booster GRATIS!

Dapatkan Strategi Meningkat Omset Penjualan di Shopee Selama 7 Hari

Sabtu, 25 Agustus 2018

Marketplace Adalah? Begini Jawabannya

Marketplace adalah pasar online atau bisa juga disebut mall online. Pada dasarnya sama seperti pasar konvensional atau mall-mall yang ada dikota anda. Dalam satu pasar akan berkumpul ratusan bahkan ribuan pedagang yang menjual berbagai jenis produk.

Marketplace ini menjadi tempat belanja baru genarasi milenial. Semua-mua ada; dari baju, kebutuhan sehari-hari, spare part kendaraan, dan barang unik pun ada.

Orang tidak lagi kesulitan mencari barang yang ia butuhkan, tinggal buka aplikasi marketplace, masukin kata kunci produk yang ia cari, misalkan “Piyama Wanita Celana Panjang” dan sesaat kemudian marketplace akan menyajikan puluhan toko yang menjual barang tersebut dengan harga yang bervariatif. Ini sangat menguntungkan pembeli karena bisa dengan mudah membandingkan harga dari masing-masing toko. Berbeda jika belanja di mall offline.

Bahkan uniknya sekarang, ketika kita hendak mencari barang ke mall atau toko di sekitar tempat tinggal. Kita sempatkan dulu untuk untuk surve harga di marketplace. Kira-kira harga HP Xiami type terbaru harganya berapa harga umumnya.

Hal ini merupakan prilaku konsumen di era digital yang menjadi peluang baru khususnya untuk para pebisnis toko online.

Membangun marketplace, atau membuat toko di marketplace sangat mudah. Sehingga keberadaan mall online ini menjadi peluang bisnis marketplace yang bisa kita manfaatkan.

Marketplace tokopedia mungkin bisa menjadi pilihan kita untuk membangun toko online yang berbasis marketplace. Selain juga terdapat marketplace lain seperti bukalapak, shopee, blibli, lazada dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya.

Menurut pakar marketplace; tokopedia ini merupakan mall online termasuk yang tua di Indonesia. Di tokopedia hampir semua jenis produk ada, dari fahion, kebutuhan pokok, kuliner, hingga barang unik yang mungkin tidak bisa kita temukan di pasar offline.

Biaya membuat marketplacebisa dibilang zero. Artinya kita tidak membutuhkan biaya untuk mendaftarkan toko kita di marketplace. Meski kemudian kita membayar bea iklan atau bea komisi (kalau ada), itu lain urusan.

Berbeda lagi jika kita membangun toko offline, belum jualan saja kita sudah di haruskan menyewa tempat. Berapa biaya yang dibutuhkan untuk menyewa lapak di mall yang ada di kota anda? Harganya bisa puluhan juta perbulankan.

Peluang bisnis marketplace atau jualan di marketplace ini bisa sangat menjanjikan. Sebab pengunjung marketplace umumnya adalah orang yang benar-benar mencari barang atau orang yang siap membeli, ini sangat berbeda dengan kita jualan di facebook atau instagram.

Marketplace Indonesia terpopuler saat ini kalau berdasarkan data pengunjung adalah nomor 1 Lazada, Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee. Namun untuk pasar masyarakat bawah, marketplace yang paling populer dan paling banyak digunakan adalah marketplace shopee.

Masih berdasarkan data juga, bahwa pengunjung shopee hampir 70% adalah perempuan. Jadi jika anda punya produk dengan segmen pasar perempuan, shopee ini menjadi marketplace yang bagus untuk jualan produk anda.

Namun begitu jualan di marketplace memiliki beberapa kelemahan yang mungkin bisa menjadi kendala khususnya untuk yang baru merintis jualan online.

Diatarannya adalah persaingan yang terbuka antara pedagang kecil dan besar yang mengakibatkan perang harga. Jika pemodal kecil mengikuti persaingan ini bisa dipastikan akan tumbang di tengah jalan.

Namun jangan khawatir, yang namanya rezeki sudah ada yang ngatur. Bagi kita yang mungkin bermodal pas-pasan bisa tetep sukses jualan di marketplace asal kita bisa memaksimalkan ikhtiar.

Baca: Tips Memilih Marketplce yang Cocok untuk Pemula

Salah satu cara memaksimalkan ikhtiar tersebut adalah dengan belajar mengkiti pola sukses berjualan di marketplace.

Selamat Berjualan.





Selasa, 21 Agustus 2018

Tips Memilih Marketplace yang Cocok untuk Pemula

Memilih marketplace yang cocok untuk jualan memang gampang-gampang susah. Untuk jelasnya baca artikel ini sampai selasai, agar anda tidak gagal faham 😅

Agar kedepannya anda bisa jadi pakar marketplace atau setidaknya bisa sukses jualan di marketplace.

Marketplace merupakan mall online yang bisa anda gunakan sebagai platform toko online anda.

Menggunakan marketplace anda tidak perlu ribet lagi membuat toko online dengan domain dan hosting sendiri. Meskipun beberapa bisnis toko online memiliki website sendiri sekaligus menggunakan marketplace juga untuk berjualan.

Bagi pemula, jualan di marketplace adalah pilihan yang paling ideal dan paling mudah dilakukan. Disamping menggunakan media sosial seperti facebook dan IG sebagai media promosi jualan yang efektif untuk saat ini.

Beberapa marketplace yang popular saat ini seperti; Lazada, Tokopedia, Blibli, Shopee, Bukalapak dan Zalora. Tentunya masih banyak lagi marketplace selain yang saya sebutkan diatas.

Dengan segala kelebihan dan kekurangan berjalan di marketplace. Fitur-fitur dan peraturan di marketplace berbeda-beda sehingga untuk anda yang hendak membuka bisnis toko online perlu memahaminya.

Perbedaan fitur dan peraturan ini akan berdampak pada cara kerja anda saat berjualan di marketplace.

Sebagai contoh, lazada memiliki fitur manajemen produk yang sangat detail.

Untuk pemula mungkin akan menemui banyak kesulitan saat pertama mengupload produk dan menangani order. Berbeda dengan Shopee yang lebih simpel yang mudah dioperasikan untuk anda yang baru pertama jualan di marketplace.

Secara umum kelebihan jualan di marketplace adalah:
  • Lebih mudah menyakinkan pengunjung, karena pembayaran melibatkan pihak ke 3 yang memberikan garansi uang pembeli aman, tidak kena tipu. System escrow atau rekening bersama ini lebih menyakinkan, toh kalau barang pesanan tidak sampai uang akan dikembalikan. Dibanding pembayaran yang langsung dikirim ke penjual seperti olshop di Facebook dan IG.
  • Memiliki system order add to cart (keranjang belanja) yang memungkinkan konsumen order dalam waktu 24 jam, meskipun anda sedang tidur.
  • Marketplace memiliki pengunjung yang memang ingin beli, hot market.
  • Ada subsidi ongkir yang meningkatkan konversi penjualan.
  • Promosi gratis

Kekurangan Jualan di Marketplace

Kekurangan dalam marketplace ini di beberapa point sekaligus menjadi kelebihan untuk konsumen. Karena kebijakan marketplace lebih codong untuk melindungi pembeli.
  • Persaingan terbuka antar penjual.
  • Kebijakan marketplace yang berubah-ubah.
  • Ada jeda waktu menerima pembayaran konsumen.
PERINGATAN UNTUK DROPSHIPER: Satu hal penting yang perlu temen-temen ketahui, untuk berjualan di marketplace ini anda membutuhkan modal untuk beli stok barang walaupun anda seorang dropshiper.
Bagi dropshipper, minimal akan mengeluarkan uang untuk ‘nalangi’ pesanan konsumen. Karena jeda atau uang pembayaran yang ditahan di rekening marketplace.

Untuk Pemula Marketplace Mana yang Paling Mudah

Untuk pedagang pemula, atau anda yang baru akan menggunakan marketplace sebagai tempat alternatif jualan online, sebaiknya perlu mempetimbangkan hal ini.

1. Fitur yang user friendly 

Marketplace yang paling mudah untuk pemula saat ini adalah shopee. Dengan kesederhanaan fitur yang mirip-mirip dengan medsos bisa dikatakan marketplace rasa socmed.

Shopee ini menjadi flatform yang user friendly untuk mak-mak yang ngaku gaptek sekalipun. Untuk tokopedia dan bukalapak sedikit lebih ribet, Lazada apalagi! 


2.Kecendrungan Segmen Pasar 

Dari beberapa rilis mengenai user yang melakukan transaksi di masing-masing marketplace: Shopee memiliki user dengan jumlah lebih dari 70% adalah wanita. Sehingga untuk anda yang menjual produk perempuan marketplace ini bisa jadi lebih cocok. Tentunya tanpa mengesampingkan marketplace lain ya. 

Bukalapak cenderung lebih bagus untuk jualan produk segmen pria, sedangkan Tokopedia bisa dikatakan imbang antara produk pria dan wanita, serta produk yang tidak memiliki kategori berdasarkan gender.

3. Aturan dan Kebijakan Marketplace

Aturan dan kebijakan markeplace ini akan sangat mempengaruhi cara anda berjualan di marketplace. Pilih marketplace yang memiliki aturan yang lebih longgar, sesuai dengan kebutuhan anda. Misalkan aturan foto produk dan deskripsi produk bisa mudah anda penuhi. Kebijakan gratis ongkir yang meningkat penjualan anda. 

Baca juga: Gratis Ongkir Shopee Bikin Jualanmu Tambah Laris 

Beberapa point diatas lebih menitik beratkan pada kemudahan anda dalam memulai bisnis toko online di markteplace. Namun model marketplace yang saya uraikan diatas tidak cocok untuk anda yang membangun bisnis toko online sambil kerja. 

Saya sampaikan di sini juga ada platform marketplace lain dengan kebijakan dan tingkat keribetan yang lebih tinggi dalam mengelolannya,tapi justru cocok untuk anda yang ingin membangun bisnis toko online masa depan anda, sebagai bisnis toko online yang anda siapkan untuk antisipasi saat anda resign maupun pensiun dari pekerjaan anda.

Apakah anda ingin menyiapkan masa pensiun anda dengan bisnis toko online? Klik di sini ya, untuk tau lebih jelas “Bagaimana Membangun Bisnis Online Anda yang Masih Menjadi Karyawan”